Hidup ini hanya sebentar. Sebentar pagi, sebentar siang, sebentar malam ehh sebentar lagi Ramadhan.
:)
Seperti yang kita ketahui, Bulan Ramadhan adalah bulan puasa. Di bulan ini semua umat Islam wajib dan harus melaksanakan puasa selama sebulan penuh jika tidak ada halangan.
It's so simple,friend. Bagi sebagian orang khususnya wanita, ibadah-ibadah harus dihentikan sementara (seperti ibadah shalat, puasa, dan lain-lain). Namun ketika seseorang itu tidak dapat melaksanakan ibadah itu diwajibkan untuk meng-qhada atau menggantinya dihari lain. Dalam hal ini yang wajib di qhada hanyalah puasa, sedangkan shalat tidak.
Berikut niat puasa Qhada :.
نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى
Nawaitu sauma ghodin an’ qada'i fardhu ramadhona lillahi taala
Lalu bagaimana jika seseorang memiliki hutang puasa, tetapi belum mengqhadanya hingga datang Ramadhan berikut?
Dalam hal ini ada 3 kemungkinan yang terjadi, yaitu :
- Tidak memungkinkannya keadaan umtuk mengqhada puasa hingga datang ramadhan berikutnya.
Misalnya jika sakit yang menurut medis akan membahayakan dirinya jika berpuasa, maka untuk membayar hutang puasanya diwajibkan melakukan fidyah yaitu memberi makan orang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan sebanyak setengah sha' (1,5 kg) makanan pokok di daerah masing-masing.
Hal ini juga berlaku bagi orang yang meninggal sebelum puasanya tergantikan. maka keluarganya wajib membayar fidyah untuk orang yang meninggal tersebut. - Mengulur-ulur waktu mengqhada puasa sehingga datang Ramadhan
Dalam hal ini seseorang diwajibkan untuk segera bertaubat kepada Allah karena kelalaiannya terhadap ketetapan Allah dan berjanji untuk tidak mengulanginya perbuatan tersebut - Minimnya ilmu agama mengenai puasa dan tidak mengetahui secara pasti jumlah hari puasa yang ditinggalkan
Dalam masalah ketiga ini, seseorang tidak mengetahui tentang puasa bukan karena tidak ingin atau malas mencari tahu, akan tetapi karena alasan alami misalnya tinggal dipedalaman yang jauh dari sumber ilmu, maka tidak ada dosa baginya. Tetapi jika seseorang itu sudah mengetahi maka harus segera mengqhada puasanya.
Sedangkan bagi yang ragu tentang jumlah hari puasa yang ditinggalkan maka bisa memperkirakan saja karena Allah SWT tidak membebani seseorang diluar kemampuannya.
Hukum mengqhada puasa adalah wajib. Seperti halnya hutang pada seseorang yang wajib kita bayar, maka mengqhada puasa dengan kata lain adalah bentuk hutang kita kepada Allah. Jika kita fikirkan bagaimana mungkin hutang kepada Allah tidak kita bayar sedangkan hutang kepada sesama manusia kita usahakan untuk membayarnya, sungguh tidak adil,bukan?
So, mari kita membayar puasa kita yang tertinggal di tahun lalu agar hutang puasa kita kepada Allah swt lunas dan Allah memberkahi puasa kita di Ramadhan yang akan datang.
:)
Semoga Bermanfaat.
:)
Semoga Bermanfaat.

gak kerasa sebentar lagi bulan ramadhan
BalasHapussebelum datangnya bulan ramadhan, saya mohon maaf kalau ada perkataan & perbuatan saya yg kurang baik. selamat malam & selamat beraktifitas
:)
BalasHapussama2
saya jg mhn maaf utk smua prkataan dn pebuatan saya