Social Icons

Barisan Kata

Jumat, 27 November 2015

Berharaplah Pada Tempatnya

Assalamualaikum

Akhi Ukhti sering berharap dan menginginkan sesuatu kan? Atau siapa deh yang banyak maunya? Yang satu terwujud ehh nambah lagi mau yang lain, iya saya juga termasuk orang yang seperti itu. Manusia itu banyak maunya ya ukh. Tapi jangan sampai kita mengharap sesuatu yang salah ya. Kita belajar sedikit yuk tentang berharap terhadap sesuatu

Sesuai tema kita “berharaplah pada tempatnya” emang tempat berharap itu dimana sih? Pada siapa sih tempat berharap yang benar? Kalau pertanyaan ini mah saya yakin ikhwan dan akhwat sudah tau jawabannya, tak lain tak bukan tak salah tempat berharap itu hanya ada pada Allah SWT, serempak donk ya jawabnya. Tapi kalau saya mah materi aja yang agak jago tapi prakteknya masi minim banget. Kita tau tempat mengadu, meminta dan berharap itu hanya pada Allah SWT tapi sering kali kita mengharap sesuatu itu pada manusia lain. Aduhh gak usah jauh-jauh ukh, saya pribadi sering seperti itu. Misalnya udah berbuat baik pada orang lain kita mungkin di dalam hati kita juga berharap orang itu berbuat baik juga pada kita ehh orang itu menganggapnya biasa aja, gak ada respon malah. Atau ketika kita menginginkan seseorang menjadi sahabat kita tapi orang itu memperlakukan kita sama seperti teman biasa. Kecewa donk pastinya

Tapi itu lah yang terjadi, ketika kita berharap pada manusia kita akan kecewa karena kita tidak bisa mengatur sikap orang lain terhadap kita. Orang lain tidak akan tau apa isi hati kita, kita melakukan sesuatu tulus untuknya tapi bisa saja mereka menganggap itu hanya modus, aduhh dikatain cuma modus sakit banget ya ukh. Maka dari itu yuk belajar berharap hanya pada Allah Sang Pemilik Alam Semesta. Mengadukan pengharapan kita apapun itu sekecil apapun itu hanya pada Allah, curhat sama Allah asik loh ukhti akhi. Kita tidak perlu takut pengaduan kita itu bocor kemana-mana, rahasia aman terkendali lah pokoknya. Satu lagi yang seperti yang saya rasain sekarang meminta hal kecil-kecil tanpa rasa malu meminta itu, terkadang kita malu ketika menceritakan keinginan kita kepada orang lain takutnya sudah gembar-gempor tapi tidak tercapai. Dan kita juga pasti malu ketika kita terlalu banyak meminta pada orang lain malah terkadang di marahin, ketika meminta bantuan berulang kali ke seseorang mungkinn orang itu bakal marah dan mengganggap kita hanya merepotkannya saja. Tapi kalau meminta pada Allah beda ukh, kita malah di suruh banyak-banyak meminta dan berharap pada Nya. Nah loh Sang Penguasa Dunia Akhirat sendiri yang menyuruh kita meminta kepada Nya, Dia yang memiliki segalanya jadi dengan mudah Dia bisa memberikan apapun yang kita inginkan.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al Mu’Min: 60)

Seperti yang kita ketahui Allah adalah pemilik segalanya, ketika kita menginginkan sesuatu maka mintalah pada Nya tapi jangan terburu-buru untuk meminta harapan kita terkabulkan.Tergesa-gesa disini maksudnya meminta dan apabila doa itu belum dikabulkan maka dia putus asa dan tidak mau berdoa lagi. Akhi Ukhti jangan sampai ya kita putus asa pada Kuasa Allah. Jika kita telah sampai pada pemikiran bahwa Allah tidak adil dan mengatakan kenapa sih Allah tidak mengabulkan doa ku? Aku yang ibadahnya rajin, berdoa setiap saat tapi tetap saja doa ini tidak dikabulkan sedangkan si fulan yang shalatnya bolong-bolong, ibadah kapan suka aja tapi doanya dengan cepat dikabulkan oleh Allah. Segera istighfar ya akhi ukhti. Berprasangka baiklah kepada Allah, bisa jadi Allah belum mengabulkan doa kita karena Allah menyukai rintihan doa yang kita ucapkan pada Nya, Allah tidak ingin apabila doa tersebut dikabulkan menyebabkan kita tidak lagi meminta padaNya atau karena Allah menunggu waktu terbaik untuk mengabulkannya. Bisa juga permintaan kita tidak dikabulkan karena Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Allah lah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, baik menurut kita namun bisa saja buruk menurut Allah atau sebaliknya.

يَقُولُ اللَّه عَزَّوَجَلَّ : يَقُولُ أَنَّا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِيْ وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِيْ

” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku (akan) sebagaimana hamba-Ku menyangka tentang-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku”

Akhi Ukhti ingatlah ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Allah, berharap hanya pada Allah maka Allah tidak akan pernah membuat kita kecewa. Tetaplah berprasangka baik kepada Allah karena Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Allah lah tempat kita mengharap segalanya. Jangan putus asa ya saudara ku, mohonlah ampun atas semua dosa, pasrahkan diri pada Nya, dan jangan lupa ikhtiar. Semoga harapan kita segera di kabulkan dan tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Amin


Semoga menjadi nasehat untuk diri saya pribadi dan pembaca. Maaf ya akhi ukhti masi banyak kekurangan dalam penyampaian tulisan ini. Syukron Jazakumullah Khairan Katsiira

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Blogger Templates