Assalamualaikum
Akhi
Ukhti sering berharap dan menginginkan sesuatu kan? Atau siapa deh yang banyak
maunya? Yang satu terwujud ehh nambah lagi mau yang lain, iya saya juga termasuk
orang yang seperti itu. Manusia itu banyak maunya ya ukh. Tapi jangan sampai
kita mengharap sesuatu yang salah ya. Kita belajar sedikit yuk tentang berharap
terhadap sesuatu
Sesuai
tema kita “berharaplah pada tempatnya” emang tempat berharap itu dimana sih? Pada
siapa sih tempat berharap yang benar? Kalau pertanyaan ini mah saya yakin
ikhwan dan akhwat sudah tau jawabannya, tak lain tak bukan tak salah tempat
berharap itu hanya ada pada Allah SWT, serempak donk ya jawabnya. Tapi kalau
saya mah materi aja yang agak jago tapi prakteknya masi minim banget. Kita tau
tempat mengadu, meminta dan berharap itu hanya pada Allah SWT tapi sering kali
kita mengharap sesuatu itu pada manusia lain. Aduhh gak usah jauh-jauh ukh,
saya pribadi sering seperti itu. Misalnya udah berbuat baik pada orang lain
kita mungkin di dalam hati kita juga berharap orang itu berbuat baik juga pada
kita ehh orang itu menganggapnya biasa aja, gak ada respon malah. Atau ketika
kita menginginkan seseorang menjadi sahabat kita tapi orang itu memperlakukan
kita sama seperti teman biasa. Kecewa donk pastinya
Tapi itu
lah yang terjadi, ketika kita berharap pada manusia kita akan kecewa karena
kita tidak bisa mengatur sikap orang lain terhadap kita. Orang lain tidak akan
tau apa isi hati kita, kita melakukan sesuatu tulus untuknya tapi bisa saja
mereka menganggap itu hanya modus, aduhh dikatain cuma modus sakit banget ya
ukh. Maka dari itu yuk belajar berharap hanya pada Allah Sang Pemilik Alam
Semesta. Mengadukan pengharapan kita apapun itu sekecil apapun itu hanya pada
Allah, curhat sama Allah asik loh ukhti akhi. Kita tidak perlu takut pengaduan
kita itu bocor kemana-mana, rahasia aman terkendali lah pokoknya. Satu lagi
yang seperti yang saya rasain sekarang meminta hal kecil-kecil tanpa rasa malu
meminta itu, terkadang kita malu ketika menceritakan keinginan kita kepada
orang lain takutnya sudah gembar-gempor tapi tidak tercapai. Dan kita juga
pasti malu ketika kita terlalu banyak meminta pada orang lain malah terkadang
di marahin, ketika meminta bantuan berulang kali ke seseorang mungkinn orang
itu bakal marah dan mengganggap kita hanya merepotkannya saja. Tapi kalau
meminta pada Allah beda ukh, kita malah di suruh banyak-banyak meminta dan
berharap pada Nya. Nah loh Sang Penguasa Dunia Akhirat sendiri yang menyuruh
kita meminta kepada Nya, Dia yang memiliki segalanya jadi dengan mudah Dia bisa
memberikan apapun yang kita inginkan.
Dan Tuhanmu
berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al Mu’Min: 60)
Seperti
yang kita ketahui Allah adalah pemilik segalanya, ketika kita menginginkan
sesuatu maka mintalah pada Nya tapi jangan terburu-buru untuk meminta harapan
kita terkabulkan.Tergesa-gesa disini maksudnya meminta dan apabila doa itu
belum dikabulkan maka dia putus asa dan tidak mau berdoa lagi. Akhi Ukhti
jangan sampai ya kita putus asa pada Kuasa Allah. Jika kita telah sampai pada
pemikiran bahwa Allah tidak adil dan mengatakan kenapa sih Allah tidak
mengabulkan doa ku? Aku yang ibadahnya rajin, berdoa setiap saat tapi tetap
saja doa ini tidak dikabulkan sedangkan si fulan yang shalatnya bolong-bolong,
ibadah kapan suka aja tapi doanya dengan cepat dikabulkan oleh Allah. Segera
istighfar ya akhi ukhti. Berprasangka baiklah kepada Allah, bisa jadi Allah
belum mengabulkan doa kita karena Allah menyukai rintihan doa yang kita ucapkan
pada Nya, Allah tidak ingin apabila doa tersebut dikabulkan menyebabkan kita
tidak lagi meminta padaNya atau karena Allah menunggu waktu terbaik untuk
mengabulkannya. Bisa juga permintaan kita tidak dikabulkan karena Allah akan
menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Allah lah yang Maha Mengetahui
apa yang terbaik untuk hamba-Nya, baik menurut kita namun bisa saja buruk
menurut Allah atau sebaliknya.
يَقُولُ اللَّه عَزَّوَجَلَّ : يَقُولُ أَنَّا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِيْ وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِيْ
”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku (akan) sebagaimana hamba-Ku menyangka
tentang-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku”
Akhi
Ukhti ingatlah ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Allah, berharap
hanya pada Allah maka Allah tidak akan pernah membuat kita kecewa. Tetaplah berprasangka
baik kepada Allah karena Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Allah lah
tempat kita mengharap segalanya. Jangan putus asa ya saudara ku, mohonlah ampun
atas semua dosa, pasrahkan diri pada Nya, dan jangan lupa ikhtiar. Semoga
harapan kita segera di kabulkan dan tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Amin
Semoga
menjadi nasehat untuk diri saya pribadi dan pembaca. Maaf ya akhi ukhti masi
banyak kekurangan dalam penyampaian tulisan ini. Syukron Jazakumullah Khairan
Katsiira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar