Semoga
terus dalam rahmat Allah ya
Amin
Kali ini
saya mau bahas sedikit tentang para pendosa. Hah siapa ya para pendosa itu?
Pastinya para manusia seperti kita ini donk ya, gak usah jauh-jauh saya ini
adalah salah satu pendosa juga. Hah kok bisa? Emang udah ngelakuin apa aja
sampai menyebut diri sendiri sebagai pendosa? Apa gak malu menyebut diri
sebagai pendosa? Yuk kita bahas sedikit sekalian sebagai pengingat untuk diri
sendiri juga
“pendosa”
aduh sadis amat ya kata-katanya. Pendosa mah cocoknya di sebut kepada orang
yang udah ngelakuin dosa-dosa besar. Itu mungkin yang kita fikirkan saat kita mendengar
kata ‘pendosa’. Tapi akhi ukhti sebenarnya kita ini adalah para pendosa, bukan
saja mereka yang telah melakukan dosa
besar. Sadar atau tidak kita selalu melakukan kesalahan, keburukan dan hal-hal
yang membuat malaikat menambah catatan dosa kita. Kita mungkin marah ketika
orang lain menyebut diri ini sebagai pendosa tapi itulah kita yang sebenarnya,
kita masih terlalu malu saat orang lain mengungkit kesalahan kita meskipun itu
kesalahan itu memang kita lakukan. Kita tau tidak ada manusia tanpa salah
karena manusia adalah tempatnya khilaf dan salah. Dan sebaik-baiknya manusia
yang salah adalah manusia yang mau mengakui kesalahannya dan mau bertaubat kepada
Allah SWT. Astaghfirullah Rabbal Barroya Astaghfirullah Minal Khotoya Ampuni
hamba ya Allah Yang Maha Penerima Taubat, Ampuni hamba ya Allah dari segala
dosa. Amin
Jika
kita pahami dan rasakan menggunakan hati kalimat itu berasa sangat nikmat,
berasa kita ini tidak ada apa-apanya, berasa kita ini sangat kecil di banding
dengan Kekuasaan Allah. Lantas bisakah para pendosa seperti kita ini mendapat
ampunan Allah? Aku telah bertaubat tapi Allah memberi kesulitan untukku, apakah
Allah menghukum ku? Berprasangka baiklah kepada Allah, Allah selalu memberikan
ampunan kepada hambaNya yang mau bertaubat. Bukankah Allah berfirman dalam Surat An-Nisa Ayat ke-110 :
وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّهَ يَجِدِ اللّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dan barang
siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon
ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Dan untuk
kesulitan yang datang kepada kita anggaplah itu sebagai cobaan bukan sebagai
hukuman. Anggaplah Allah sedang memberikan kita cobaan berupa kesulitan seperti
halnya seseorang yang menghadapi ujian untuk bisa naik kelas, Allah memberi
cobaan agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Anggaplah setiap
cobaan yang diberikanNya adalah selangkah anak tangga yang kita naikin untuk
bisa lebih dekat dengan Nya, jadi semakin banyak cobaan itu semakin banyak
tangga yang kita naikin dan kita semakin dekat dengan Allah.
Jadi yuk
sama-sama kita memohon ampunan Allah dan berusaha agar dosa tersebut tidak
terulang lagi. Semoga kita menjadi manusia yang senantiasa mendapat ampunan dari
Allah ya akhi ukhti. Amin
Semoga
menjadi nasehat untuk diri saya pribadi dan pembaca. Maaf ya akhi ukhti masi
banyak kekurangan dalam penyampaian tulisan ini. Syukron Jazakumullah Khairan
Katsiira

Tidak ada komentar:
Posting Komentar