Social Icons

Barisan Kata

Jumat, 27 November 2015

Puji-Pujian

Assalamulaikum akhi ukhti

Siapa yang senang di puji? Siapa yang mengharap pujian orang lain? Terus kalau udah di puji perasaannya bagaimana sih? Emang memuji dan di puji itu boleh gak ya? Biasanya kita ini para akhwat senang ya di puji J pengennya ada aja yang muji, betul gak ukh? Disini saya akan bahas sedikit tentang puji-pujian, kita sama-sama belajar ya

Pujian adalah kata pengakuan kehebatan dan kekaguman yang di ungkapkan seseorang kepada Allah SWT atau juga dikatakan seseorang  kepada orang lain. Pujian juga bisa bermaksud bahwa kita terkesan pada sesuatu sehingga kita mengagungkan sesuatu itu. Umumnya pujian itu boleh-boleh saja, hanya saja Islam telah mengatur bahwa semua hal ada batasannya yang apabila dilakukan secara berlebihan akan mendatangkan mudarat bagi diri sendiri atau orang lain seperti halnya pujian. Lalu pujian seperti apakah yang di bolehkan?

Yang pertama pujian yang sangat di perbolehkan itu adalah pujian kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Sang Penguasa Alam Semesta yang semua kehebatan ada pada Dzat nya. Pujian ini sangat di perintahkan bahkan di dalam hati di setiap gerakan kita sangat di anjurkan untuk senantiasa mengingat, menyembah dan memuji Allah.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

Subhahanallah Walhamdulillah Wa Laa Ilahaillallah Allahu Akbar.

Yang kedua, pujian untuk diri sendiri. Pujian untuk diri sendiri bisa jadi menjadi penyemangat di kala kita tidak memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu, disaat orang lain tidak mempercayai kemampuan kita. Pernah saya mendengar ucapan “kalau bukan diri sendiri siapa lagi yang mau memuji diri ini” ucapan ini bisa benar namun juga jangan disalah artikan. Memuji diri sendiri misalnya mengatakan “aku bisa”, “aku tidak lemah” memang diperlukan sebagai motivasi untuk diri sendiri. Namun jangan berlebihan, motivasi sangat perlu terlebih lagi motivasi dari diri sendiri karena diri sendiri lah yang menentukan keberhasilan kita. Memuji diri sendiri jika untuk memotivasi diri boleh-boleh saja namun jangan sampai kita memuji diri untuk melemahkan orang lain. Sifat memuji diri sendiri yang berlebihan disebut ujub atau meng’aku’kan diri sendiri. “Aku kan lebih pintar dari dia”, “aku kan lebih baik dari dia, “sedekahku lebih banyak daripada dia”, selalu menganggap diri kita ini lebih baik dari orang lain sangat dibenci Allah. Kita tidak patut menyombongkan diri karena yang patut untuk sombong adalah Allah, Dia yang memiliki segalanya bahkan jika Dia berkehendak apapun yang kita miliki bisa saja seketika di ambil olehNya.  
وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا (٣٧)
dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (Q.S Al-Isra’:  37)

Yang ketiga, pujian untuk orang lain. Misalnya ketika seseorang melantunkan ayat Al-Qur’an dengan sangat merdu, tanpa disuruh juga kita bakal memuji orang itu. Memuji orang lain juga boleh-boleh saja, namun yang harus di ingat tidak boleh berlebihan karena pujian yang berlebihan itu dapat menimbulkan kesombongan. Kebanyakan mendapat pujian juga akan membuat seseorang menjadi tidak ikhlas misalnya ketika kita rajin shalat di mesjid dan orang lain memuji dengan mengatakan “si fulan itu anak yang soleh ya, rajin shalat” si fulan yang hanya manusia biasa pasti senang donk mendapat pujian itu, lamban laun si fulan tidak ingin meninggalkan kesan “soleh” itu, si fulan berusaha untuk tetap shalat di mesjid bahkan perlahan seakan menampak-nampakan ibadahnya, nah loo jadi ria kan? Seseorang hanya mendapat pujian saja akan menganggap dirinya hebat, nah ujung-ujungnya jadi sombong dan kita juga akan mendapat dosa karena kita yang memuji inilah yang menyebabkan orang itu menjadi sombong. Jadi tipsnya memuji boleh tapi sebelum memuji sesuatu di dunia ini pujilah terlebih dahulu Allah SWT dan pujilah ciptaannya sewajarnya, misalnya Subhanallah merdu sekali suaramu, Alhamdulillah aku mendapat teman sebaik kamu.

Kita seringkali memuji kepribadian orang lain, memuji keindahan dunia tapi lupa untuk memuji Sang Pencipta Alam Semesta ini. Ya itulah manusia, terkadang kita hanya mengakui apa yang kita lihat saja, kita hanya kagum pada hal yang bisa dengan sekejap mata di musnahkan oleh Allah. Kita sebagai manusia biasa pasti sangat senang apabila mendapat pujian namun kembalikan semua pujian itu kepada yang Maha Pemilik Pujian. Seperti halnya ketika orang lain memuji rumah kita bukan rumah itu yang merasa bangga tapi pemilik rumahlah yang merasa bangga atas pujian itu, begitu juga apabila kita mendapat pujian dari orang lain maka ucapkanlah Alhamdulillah (Segala Puji hanya bagi Allah) karena Allah lah yang memiliki kita ini. Jadi intinya memuji atau di puji apapun didunia ini boleh-boleh saja tetapi pujilah dengan sewajarnya, segala sesuatu akan baik jika sesuai porsinya dan tidak berlebihan. Kita berlindung kepada Allah SWT dari sifat sombong, sifat mengagumi dunia dengan berlebihan dan dari sifat meng’aku’kan diri.

Semoga menjadi nasehat untuk diri saya pribadi dan pembaca. Maaf ya akhi ukhti masi banyak kekurangan dalam penyampaian tulisan ini. Syukron Jazakumullah Khairan Katsiira J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Blogger Templates