Assalamulaikum
akhi ukhti
Siapa
yang senang di puji? Siapa yang mengharap pujian orang lain? Terus kalau udah
di puji perasaannya bagaimana sih? Emang memuji dan di puji itu boleh gak ya? Biasanya
kita ini para akhwat senang ya di puji J pengennya ada aja yang muji, betul gak ukh? Disini saya akan
bahas sedikit tentang puji-pujian, kita sama-sama belajar ya
Pujian
adalah kata pengakuan kehebatan dan kekaguman yang di ungkapkan seseorang
kepada Allah SWT atau juga dikatakan seseorang
kepada orang lain. Pujian juga bisa bermaksud bahwa kita terkesan pada
sesuatu sehingga kita mengagungkan sesuatu itu. Umumnya pujian itu boleh-boleh
saja, hanya saja Islam telah mengatur bahwa semua hal ada batasannya yang
apabila dilakukan secara berlebihan akan mendatangkan mudarat bagi diri sendiri
atau orang lain seperti halnya pujian. Lalu pujian seperti apakah yang di
bolehkan?
Yang
pertama pujian yang sangat di perbolehkan itu adalah pujian kepada Sang
Pencipta, Allah SWT. Sang Penguasa Alam Semesta yang semua kehebatan ada pada
Dzat nya. Pujian ini sangat di perintahkan bahkan di dalam hati di setiap
gerakan kita sangat di anjurkan untuk senantiasa mengingat, menyembah dan
memuji Allah.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).
Subhahanallah
Walhamdulillah Wa Laa Ilahaillallah Allahu Akbar.
Yang
kedua, pujian untuk diri sendiri. Pujian untuk diri sendiri bisa jadi menjadi
penyemangat di kala kita tidak memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu,
disaat orang lain tidak mempercayai kemampuan kita. Pernah saya mendengar
ucapan “kalau bukan diri sendiri siapa lagi yang mau memuji diri ini” ucapan
ini bisa benar namun juga jangan disalah artikan. Memuji diri sendiri misalnya
mengatakan “aku bisa”, “aku tidak lemah” memang diperlukan sebagai motivasi
untuk diri sendiri. Namun jangan berlebihan, motivasi sangat perlu terlebih
lagi motivasi dari diri sendiri karena diri sendiri lah yang menentukan
keberhasilan kita. Memuji diri sendiri jika untuk memotivasi diri boleh-boleh
saja namun jangan sampai kita memuji diri untuk melemahkan orang lain. Sifat
memuji diri sendiri yang berlebihan disebut ujub atau meng’aku’kan diri sendiri.
“Aku kan lebih pintar dari dia”, “aku kan lebih baik dari dia, “sedekahku lebih
banyak daripada dia”, selalu menganggap diri kita ini lebih baik dari orang
lain sangat dibenci Allah. Kita tidak patut menyombongkan diri karena yang
patut untuk sombong adalah Allah, Dia yang memiliki segalanya bahkan jika Dia
berkehendak apapun yang kita miliki bisa saja seketika di ambil olehNya.
وَلا
تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ
الْجِبَالَ طُولا (٣٧)
dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali
tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi
gunung (Q.S Al-Isra’: 37)
Yang
ketiga, pujian untuk orang lain. Misalnya ketika seseorang melantunkan ayat
Al-Qur’an dengan sangat merdu, tanpa disuruh juga kita bakal memuji orang itu.
Memuji orang lain juga boleh-boleh saja, namun yang harus di ingat tidak boleh
berlebihan karena pujian yang berlebihan itu dapat menimbulkan kesombongan.
Kebanyakan mendapat pujian juga akan membuat seseorang menjadi tidak ikhlas misalnya
ketika kita rajin shalat di mesjid dan orang lain memuji dengan mengatakan “si
fulan itu anak yang soleh ya, rajin shalat” si fulan yang hanya manusia biasa
pasti senang donk mendapat pujian itu, lamban laun si fulan tidak ingin
meninggalkan kesan “soleh” itu, si fulan berusaha untuk tetap shalat di mesjid
bahkan perlahan seakan menampak-nampakan ibadahnya, nah loo jadi ria kan? Seseorang
hanya mendapat pujian saja akan menganggap dirinya hebat, nah ujung-ujungnya
jadi sombong dan kita juga akan mendapat dosa karena kita yang memuji inilah
yang menyebabkan orang itu menjadi sombong. Jadi tipsnya memuji boleh tapi
sebelum memuji sesuatu di dunia ini pujilah terlebih dahulu Allah SWT dan
pujilah ciptaannya sewajarnya, misalnya Subhanallah merdu sekali suaramu,
Alhamdulillah aku mendapat teman sebaik kamu.
Kita
seringkali memuji kepribadian orang lain, memuji keindahan dunia tapi lupa
untuk memuji Sang Pencipta Alam Semesta ini. Ya itulah manusia, terkadang kita
hanya mengakui apa yang kita lihat saja, kita hanya kagum pada hal yang bisa
dengan sekejap mata di musnahkan oleh Allah. Kita sebagai manusia biasa pasti
sangat senang apabila mendapat pujian namun kembalikan semua pujian itu kepada
yang Maha Pemilik Pujian. Seperti halnya ketika orang lain memuji rumah kita
bukan rumah itu yang merasa bangga tapi pemilik rumahlah yang merasa bangga
atas pujian itu, begitu juga apabila kita mendapat pujian dari orang lain maka
ucapkanlah Alhamdulillah (Segala Puji hanya bagi Allah) karena Allah lah yang
memiliki kita ini. Jadi intinya memuji atau di puji apapun didunia ini boleh-boleh
saja tetapi pujilah dengan sewajarnya, segala sesuatu akan baik jika sesuai
porsinya dan tidak berlebihan. Kita berlindung kepada Allah SWT dari sifat
sombong, sifat mengagumi dunia dengan berlebihan dan dari sifat meng’aku’kan
diri.
Semoga
menjadi nasehat untuk diri saya pribadi dan pembaca. Maaf ya akhi ukhti masi
banyak kekurangan dalam penyampaian tulisan ini. Syukron Jazakumullah Khairan
Katsiira J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar