Social Icons

Barisan Kata

Senin, 30 November 2015

Mimpi Datangnya Dari Siapa?

Assalamualaikum

Akhi dan ukhti pernah bermimpi kan? Mimpi apa hayoo? Hhehe Pernah gak sih bertanya mimpi itu datangnya dari mana? Atau udah pada tau ya? Duhh ketinggalan donk bahas ini,tapi gak apa-apa ya kita bahas kembali untuk sekedar pengingat aja

Mimpi atau biasa disebut bunga tidur adalah sebuah cerita atau kejadian yang terjadi di bawah alam sadar kita. Koq bisa? Tidur adalah ketika ruh kita kembali sesaat kepada Allah atau tidur juga disebut kematian kecil. Terus kalau ruh kita di pegang Allah berarti mimpi itu datangnya dari Allah? Eits tunggu dulu, mimpi itu ada 3 asalnya, apa itu?
1.     Mimpi yang berasal dari pikiran sendiri
Kita sering mngkhayalkan atau mengingat-ngingat sesuatu yang kita inginkan stiap saat, bahkan saat ingin tidur pun kita memikirkan hal itu. Contohnya ketika kita menyukai seseorang lalu kita mikirkannya sepanjang hari termasuk sebelum tidur maka ketika tidur kita memimpikan orang tersebut. Mimpi tersebut berasal dari fikiran kita sendiri, saat keinginan dan obsesi yang kuat seseorang terlalu memikirkan sesuatu maka alam tidak sadarnya pun ikut memikirkan hal tersebut.

Wahai Yang Maha Pengampun

Diri yang kotor ini pantaskah untuk meminta ampun pada Mu ya Rabb?
Saat dulu tak ku hiraukan hal-hal yang Kau benci
Aku terlalu mengikuti ajakan setan
Membiarkan diri ku tersesat dalam keindahan dunia yang palsu

Allah, aku mohon ampun untuk semua salah ku
Untuk semua salah yang dengan sengaja atau tidak sengaja aku lakukan
Aku sadar aku telah membuat Mu cemburu saat aku lebih mencintai dunia dari pada mencintai Mu
Aku sadar telah membuat Mu cemburu saat aku lebih sering mengingat dunia daripada mengingat Mu
Aku sadar telah membuat Mu kecewa saat aku lebih sering memegang handphone daripada memegang alqur’an Mu
Dan kini mungkin saatnya aku yang iri saat aku menyadari diri ini jauh dari Mu
Kini aku yang iri saat melihat orang-orang yang lebih dekat dengan Mu

Disaat Para Pendosa Meminta Ampunan

Assalamualaikum soleh dan sholehah
Semoga terus dalam rahmat Allah ya
Amin

Kali ini saya mau bahas sedikit tentang para pendosa. Hah siapa ya para pendosa itu? Pastinya para manusia seperti kita ini donk ya, gak usah jauh-jauh saya ini adalah salah satu pendosa juga. Hah kok bisa? Emang udah ngelakuin apa aja sampai menyebut diri sendiri sebagai pendosa? Apa gak malu menyebut diri sebagai pendosa? Yuk kita bahas sedikit sekalian sebagai pengingat untuk diri sendiri juga

“pendosa” aduh sadis amat ya kata-katanya. Pendosa mah cocoknya di sebut kepada orang yang udah ngelakuin dosa-dosa besar. Itu mungkin yang kita fikirkan saat kita mendengar kata ‘pendosa’. Tapi akhi ukhti sebenarnya kita ini adalah para pendosa, bukan saja mereka yang  telah melakukan dosa besar. Sadar atau tidak kita selalu melakukan kesalahan, keburukan dan hal-hal yang membuat malaikat menambah catatan dosa kita. Kita mungkin marah ketika orang lain menyebut diri ini sebagai pendosa tapi itulah kita yang sebenarnya, kita masih terlalu malu saat orang lain mengungkit kesalahan kita meskipun itu kesalahan itu memang kita lakukan. Kita tau tidak ada manusia tanpa salah karena manusia adalah tempatnya khilaf dan salah. Dan sebaik-baiknya manusia yang salah adalah manusia yang mau mengakui kesalahannya dan mau bertaubat kepada Allah SWT. Astaghfirullah Rabbal Barroya Astaghfirullah Minal Khotoya Ampuni hamba ya Allah Yang Maha Penerima Taubat, Ampuni hamba ya Allah dari segala dosa. Amin

Jumat, 27 November 2015

Berharaplah Pada Tempatnya

Assalamualaikum

Akhi Ukhti sering berharap dan menginginkan sesuatu kan? Atau siapa deh yang banyak maunya? Yang satu terwujud ehh nambah lagi mau yang lain, iya saya juga termasuk orang yang seperti itu. Manusia itu banyak maunya ya ukh. Tapi jangan sampai kita mengharap sesuatu yang salah ya. Kita belajar sedikit yuk tentang berharap terhadap sesuatu

Sesuai tema kita “berharaplah pada tempatnya” emang tempat berharap itu dimana sih? Pada siapa sih tempat berharap yang benar? Kalau pertanyaan ini mah saya yakin ikhwan dan akhwat sudah tau jawabannya, tak lain tak bukan tak salah tempat berharap itu hanya ada pada Allah SWT, serempak donk ya jawabnya. Tapi kalau saya mah materi aja yang agak jago tapi prakteknya masi minim banget. Kita tau tempat mengadu, meminta dan berharap itu hanya pada Allah SWT tapi sering kali kita mengharap sesuatu itu pada manusia lain. Aduhh gak usah jauh-jauh ukh, saya pribadi sering seperti itu. Misalnya udah berbuat baik pada orang lain kita mungkin di dalam hati kita juga berharap orang itu berbuat baik juga pada kita ehh orang itu menganggapnya biasa aja, gak ada respon malah. Atau ketika kita menginginkan seseorang menjadi sahabat kita tapi orang itu memperlakukan kita sama seperti teman biasa. Kecewa donk pastinya

Puji-Pujian

Assalamulaikum akhi ukhti

Siapa yang senang di puji? Siapa yang mengharap pujian orang lain? Terus kalau udah di puji perasaannya bagaimana sih? Emang memuji dan di puji itu boleh gak ya? Biasanya kita ini para akhwat senang ya di puji J pengennya ada aja yang muji, betul gak ukh? Disini saya akan bahas sedikit tentang puji-pujian, kita sama-sama belajar ya

Pujian adalah kata pengakuan kehebatan dan kekaguman yang di ungkapkan seseorang kepada Allah SWT atau juga dikatakan seseorang  kepada orang lain. Pujian juga bisa bermaksud bahwa kita terkesan pada sesuatu sehingga kita mengagungkan sesuatu itu. Umumnya pujian itu boleh-boleh saja, hanya saja Islam telah mengatur bahwa semua hal ada batasannya yang apabila dilakukan secara berlebihan akan mendatangkan mudarat bagi diri sendiri atau orang lain seperti halnya pujian. Lalu pujian seperti apakah yang di bolehkan?

Yang pertama pujian yang sangat di perbolehkan itu adalah pujian kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Sang Penguasa Alam Semesta yang semua kehebatan ada pada Dzat nya. Pujian ini sangat di perintahkan bahkan di dalam hati di setiap gerakan kita sangat di anjurkan untuk senantiasa mengingat, menyembah dan memuji Allah.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Rabu, 11 November 2015

Untuk mu Lelaki Terhebat ku

Lelaki pertama yang tersenyum saat aku hadir di dunia
Lelaki pertama yang menggendong ku meski aku hanya bisa menangis saat itu
Lelaki pertama yang ku dengar merdu suaranya saat melantunkan azan di telinga kecilku

Ya lelaki itu ku sebut bapak
Lelaki yang selalu aku susahkan hidupnya namun tetap setia memberi ku kasih sayang
Lekaki yang sering aku cemberut padanya namun tetap tersenyum menghadapi kekanak-kanakan ku

Jelas di ingatan ku semua cinta mu
Menguatkankan ku saat aku lemah, menggenggam tangan ku saat aku sakit
Menepis lelah demi anak-anaknya
Lelaki yang setia menjadi pahlawan meski kami hanya orang baru di hidupmu

Ya Rasullullah

Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rasul Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Shalawatullah Alaika

Wahai Kekasih Allah
Kami berada dalam kesesatan saat itu
Di kegelapan hati yang bergelimpang maksiat
Di kegelisahan hati yang kian bimbang akan pencipta semesta
Namun ternyata Tuhan sangat menyayangi kami meski dosa berada disetiap sisi tubuh ini

Selasa, 10 November 2015

10 November

Hari pahlawan
Ya hari ini orang menyebutnya sebagai hari pahlawan
Tepat di tanggal 10 November di setiap tahunnya

Indonesia ini sudah tua, sama seperti pejuang-pejuang itu
Dahulu mereka dengan kekar melawan penjajah demi kemerdekaan negaranya
Dahulu mereka dengan semangat menggebu-gebu mengangkat bambu runcingnya melawan musuh yang mencoba merampas bumi kelahiran mereka
Dahulu mereka membusungkan dada di tengah kesedihan saat harus meninggalkan anak istrinya
Ya dahulu mereka tidak memperdulikan apapun selain kemerdekaan negaranya

Dan semua berbuah manis pada masa itu
Darah, luka dan nyawa yang telah jatuh itu menjadi saksi kemerdekaan Indonesia

Popular Posts

 
Blogger Templates